Pendidikan daring adalah solusi sekaligus tantangan bagi guru, karena harus memberikan pelajaran yang unik selama kurang lebih satu semester ini, dengan mengandalkan pembelajaran melewati media daring guru jadi lebih tertantang. Media sering dirasa dapat menggantikan peran guru, akan tetapi dengan model daring semacam ini, guru masih tidak bisa digantikan ya. Banyak orang tua yang mengeluh, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pendamping belajar siswa karena keterbatasan kapasitas orang tua yang sering berbeda jauh dengan kapasitas guru ya.
Banyak juga orang tua yang harus membeli gawai (gadget) untuk memenuhi kebutuhan anaknya, banyak yang dikeluhkan lagi, seperti keterbatasan biaya untuk membeli gawai yang mumpuni, yang berbarengan juga dengan pelemahan ekonomi masyarakat umum ya, seperti penggunaan smart phone yang speknya harus tinggi dengan menginstal aplikasi yang ditentukan guru, selanjutnya kebutuhan membeli laptop untuk ujian atau pembelian kuota yang harus dipenuhi orang tua juga menambah tanggungan keluarga di masa sulit ini.
Siswa yang jauh dari orang tua juga menjadi tantangan guru karena tidak ada yang bisa mendampingi karena sedang bekerja diluar kota atau melakukan pekerjaan yang memaksa wali siswa untuk tidak mendampingi anaknya dalam belajar.
Materi yang diberikan guru juga harus mempunyai kapasitas dalam meningkatkan kapasitas kognitf, avektif dan psikomotorik yang dibebankan kepada murid dalam belajar dirumah. Hasilnya siswa cenderung untuk mandiri mencari, akan tetapi jangan salah banyak juga yang berpeluang untuk malas mengerjakan bahkan hanya mengandalkan mesin pencari goggle.com dalam menjawab semua tugas.
Banyak juga siswa yang malas apabila materi yang diberikan tidak bersifat obserfatif yang menuntuk siswa untuk mencari sendiri kejadian di lapangan, mendeskribsikannya dan mempotretnya untuk dikirim sebagai tugas kepada guru. Kejadian ini sering malah merepotkan orang tua siswa bilamana siswa banyak mendapat tugas yang belum samasekali difahami siswa.
Maka pintar pintar guru agar tugas yang diberikan menjadi evisien dan mendatangkan out put yang bagus bagi pemahaman siswa. Secara positif kegiatan pembelajaran daring juga memberikan dampak yang bagus bagi guru karena tugas terlaksana dengan tertib dan terjadwal, berkala dan ada kesepakatan yang menuntut siswanya untuk tidak melanggar tugas yang diberikan guru, sehingga siswa jadi semakin tertib.
Sehingga segala sesuatu yang dilakukan guru dalam memberikan tugas lebih evisien. Murid juga akan berusaha disiplin waktu terhadap tugas-tugas yang diberikan.
Selajutnya evaluasi pendidikan ini yang harus diberikan telaah kembali kepada guru dalam melaksanakan evaluasi yang terbaik. Contoh evaluasi tengah semester dan akhir semester dimodel seperti apa, tetap memberikan pilihan ganda, uraian, atau wawancara bertajuk video call, sehingga tujuan akan pemenuhan kapasitas murid bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dianalisa sesuai standar pembelajaran daring, dan menghasilkan data baru yang bisa dipakai dalam pembahasan kurikulum lanjutan apa bila sekolah terpaksa melakukan pembelajaran daring kembali.
Evaluasi juga akan berdampak positif kepada orang tua yang dengan senang hati melihat anaknya semakin aktif dan lebih mandiri kepada materi yang dipelajari sehingga menambah daya saing dan kualitas anak didik yangmana nantinya akan digunakan sebagai kecakapan dalam belajar ketingkat selajutnya.
Evaluasi yang baik juga akan memperbaiki karakter siswa yang akan memberikan kesadaran yang berarti bagi siswa bahwa kecakapan dalam menyerap ilmu pengetahuan itu penting dan dalam kondisi apapun. Dampak dari evaluasi yang baik akan juga menghantarkan murid kedepak pintu gerbang profesionalisme yang tinggi dan dapat menambah indek progresifitas dalam dunia kerja.
Adapun pekerjaan rumah para pengampu pendidikan seperti guru, kepala sekolah, dinas pendidikan dan seluruh instrumen yang ada dalam merumuskan pola yang berlaku dalam pembelajaran daring yang seesuai standar dan bisa diterapkan secara maksimal. Implikasinya atau kaitanya adalah pembentukan sistem ini harus saling melengkapi dan mampu merangkul segenap pelaku pendidikan dan menghasilkan pendidikan yang bermutu.
Kedepan pendidikan daring bukan lagi menjadi keresahan tersendiri para pengajar dan siswa dalam belajar, melainkan menjadi alternatif baru dalam dunia pendidikan yang mampu menjadi solusi pendidikan di masa depan. Maka dari itu generasi pertama pendidikan daring yang dilaksanakan secara serentak atau nasional ini bahkan seluruh dunia ini menjadi inovasi terbaik dan wajib dikembangkan dan terus diperbarui secara mendalam dan utuh.
Memang 200 negara sekarang sedang berkeluhkesah dengan pandemi covid 19 yang meruntuhkan sistem pendidikan konvensional saat ini, maka dengan berbekal agama yang baik setidaknya guru menjadi belajar dalam menerapkan pembelajaran terbaiknya walau dalam masa-masa yang cukup sulit ini.
Guru jangan patah arang, meski banyak murid yang perlu ditolong guru harus tetap semangat dan selalu optimis dalam menyuguhkan karya dan pengalaman terbaiknya kepada siswa sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan provesionalitas serta tanggungjawab kepada apa yang ia perjuangkan bagi bangsa ini, tetap #dirumahaja dan salam berkemajuan pendidikan Indonesia.
"#Dirumahaja nihh"
x
Komentar
Posting Komentar