Rintik titik waktu, rintik-rintik gagasan hari-hari panjang terus menjadi nutrisi baru pertumbuhan pembuluh ide. Di luar sana ada banyak pemikiran pemikir radikal yang selalu merayap dalam adu argumentasi pergerakan. Tidak ada yang melarang kita semua untuk memunculkan kembali ide tersebut dalam kontes kampus maupun organisasi, karena mau saja meragukan. Meski jalur ide tersebut hanyalah lewat buku tanpa ada orang yang dengan jelas memahamkan kita. Maka banyak dari kita, kritisi-kritisi berpendapat bahwa buku adalah kisi-kisi buruk noda pengetahuan, karena jalan fikir menodai idealisme ideologi. Benar. Tidak semudah itu. Mungkin lebih tepatnya adalah bentuk penyampaian analisa bukan menciderai idealisasi. Entah-berantah itu semua adalah hasil perenungan pada saudara dalam satu rumah ini, dua jalur pandang, dan jalur proporsi, sederhana saja, entah menurutmu. Jangan katakan terlalu malas untuk sekedar tahu. Pagi demi padi dilaluinya, entah siapa. Pemikir sekaligus penggiat ker...