Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

namaku Tike, si adiksi.

Baru beberapa jam, kursi hangat sudah akan menguap, mendengar foklor berlauk olahan pohong (jawa:ketela) dimeja. Semakin nikmat saja sejak saya punya jadwal menginap dirumah lagi, anggap saja pisah ranjang dengan kontrakan sederhana saya yang diakibatkan oleh “pelakor” mbak Corona. Cerita ini dimulai dari refleksi sejarah panjang  para penjelajah Londo, diceritakan bahwa narkoba berjenis opium ini sudah kerap dipergunakan masyarakat Tionghoa juga sejumlah besar orang jawa semenjak 1617, sekitar 400-an tahun silam.  Sepanjang abad ke 17 dan 18 juga Londo melalui VOC memonopoli penjualan opiom dan resmi membuka perkebunannya di Jawa dan Sumatra. Sebelumnya sudah kenal tike? ini dia penamaan candu di era kakek buyut saya di wilayah Jawa Timur-an yang sudah banyak tersebar coka (bahan kokain) kala itu, tepatnya di era canggah (jawa: ayah kakek) saya, terekam jelas sekaligus saksi ayah nenek buyut saya kisaran itahun 1800 an dan ini adalah NAPZA untuk dewasa ini, saya mengangguk-an...