Langsung ke konten utama

Integrasi Ormawa “Selayangkan dan pandangi”

 Organisasi mahasiswa adalah keniscayaan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi, dalam ombak dinamika kampus, sudah terbukti mahasiswa sebagai elit pemuda dalam "laku" kajian penelitian dan mengabdi kepada masyarakat, termaktub jelas dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tajuk yang kita hadapi bersama adalah mengenai bagaimana menjalankan Ormawa dengan benar sesuai kaidah yang baik, terlihat dalam periodesasi kepengurusan dan tupoksi lembaga yang jelas memberikan cermin yang baik kepada halayak pun status kemahasiswaannya mampu memberikan sumbangsi terbesar, dan tidak dengan semena-mena dalam memakai gelar tersebut.

Realita sudah sering berdialok dengan sesama Ormawa dalam satu regional bahkan nasional, akan tetapi pandangan pembaruan belum juga memberikan dampak yang memuaskan, seperti pergantian IAIN menuju UIN ini, yang memberikan sejuta keganjilan yang perlu disikapi, seperti periodesasi tidak diimbangi regulasi peremajaan kepengurusan dengan tepat waktu, ini berdamak ketika calon peminatnya menggururkan niatnya untuk bergabung, karena sudah berkabung dan dikecewaakan sistematika yang berlaku.

Orientasi pada produktifitas Ormawa menjadi terjeda dan tanpa suplesi dari kampus dan segenap warganya, Ormawa bisa kering dan tidak berdampak apa-apa. Tidak bisa menyalahkan mahasiswa yang oportunis atau bahkan apatis, tapi semenarik mungkin gerakan mahasiswa dalam Ormawa pasti dilihat pula dengan semangat dan euforia yang berarti dari seluruh warga perguruan tinggi dengan tolok ukur loyalitasnya kawan!

Mari dalam melihat masalah yang berhubungan dengan romantika mahasiswa, ini menjadi dorongan untuk Ormawa dalam bersinergi dalam rasionalisasi aksi. Sehingga Ormawa tidak terperangkap kepada konflik pribadi/personal bahkan per lembaga (Ekstra-Intra), akan tetapi konflik kita memuncak pada permasalahan dan gesekan-gesekan idealisme nalar dengan realita dunia luar, dunia aksi nyata dan tentu produktif kawan.

Dengan kepekaan dan kelengkapan instrumen yang ada dan diperbarui setiap waktu, Ormawa wajib memberikan kegiatan yang sustainable dan besedia di upgrade kedepan dan dari waktru ke waktu. Dalam kacamata kampus tercinta, masih terdapatnya kekisruhan yang ada adalah bentuk penyesuaian diri Ormawa dalam melihat regulasi dikampus-kampus lain perlu didukung dan tidak boleh dikerdilkan. Ketahuilah kampus yang religius dengan pesimistis yang terlu dihilangkan.

Berbicara LSO (Lembaga Semi Otonom) adalah Instrumen yang mempermudah kinerja DEMA I dalam mendirikan pos-pos strategis dalam menganalisa berbagai kasus yang ada. Ketika ini dipandang perlu diadakan maka Ormawa wajib benar-benar jemput bola dan siap melaksanakan tindakan preventif dan diiringi dengan serangkaian kepekaan melihat kemelut kondisi agar bisa saling bersinergi, kooperatif, saling mengisi dan mampu memberikan integrasi secara masif dan sistemis agar utuh dalam pola gerakannya.

Maka persyaratan yang dihadirkan dalam SOP dalam "laku" Ormawa wajib dikawal dan dimonitor setiap saat dalam tupoksi-porsi yang sudah dibentuk "politis dan ditemukan ketidak sesuaian didalamnya". Mekanismenya perlu ditinjau dan dikonkritkan lagi, agar tidak terjadi pengulangan kerja dua kali karena kita diajarkan tersistem sesuai Juknis dan AD-ART yang berlaku. Selanjutnya pendanaan yang menjadi darah seyogyana dikeloga dengan bertanggungjawab dan memberikan ladang subur untuk berakselerasi dalam pengelolaannya, semisal manajemen sponsor ship yang tak dibatasi dengan nominal tapi diikat dengan etiket moralitas yang transparan dalam pertanggungjawabannya.

Sasaran Ormawa tidaklah distandarkan begitu saja, dalam melihat sasaran kita bertarung untuk mencapai kepuasan tujuan dan berhasil didapat, diakselerasi dan diregulasi dengan akuntable bukan manipulasi, ini akan menentukan baik buruknya indikator keberhasilan yang rekan-rekan capai disini.

Secara Insidentil, berkala ataupun terforsir dalam menuruti target yang ada, Ormawa diajarkan untuk sistemis dengan dasar perencanaan yang disusun secara periodik agar tepat waktu dan pelaporannya berdasarkan kaidah-kaidah yang bijaksana, tidak lagi menggunakan penyesuaian yang melewati batas kewajaran pelaporan pada umumnya dan membudaya.

Ujungnya adalah Ormawa itu rumah sekaligus tempat bernaung solusi solusi Kampus sebagai garda intelegensia dalam masyarakat, bila menghianatinya sama halnya menghianati jati diri keseimbangan berkehidupan yang ada, jadi tidur saja lagi!

 

*namanya juga selayang pandang, tajam tidaknya dilihat dari pengalaman pembaca.

 

"Segalanya bisa ditulis semudah segalanya bisa dibayangkan" 

Guegigula

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kader Organik HMI tak lupa ! Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh !!! Bahagialah dindaku Jayalah HMIku Halo kader manis yang setia baca tanpa tahu kalian akan diajak "ngalor-ngidul" kemana. Oke tak apa, yang penting sekarang mau saya perjelas kalau kalian saya ajak membaca kondisi rumahmu ini, ya HMI, lanjut tanpa bahasa basi. Terhitung sudah berbulan-bulan anak HMI mem-proteck dan menyandera diri sendiri kala wabah Pandemi ramai diperbincangkan, lebih sudah 5 bulan terhitung sedari pertengahan Maret 2020 kampus-kampus pun sudah ter- lockdown di seantero Indonesia.  HMI yang cenderung sosialis menjadi "kecut" ketika diminta sadar dan patuh kepada prokes yang berikan pemerintah, boleh jadi ini menjadi sebab timbul pemukiman serangga diantara buku-buku bahan diskusi, tapi tidak semua lelap, untung masih banyak juga keringat yang tetap dirasa cukup ber-kecut-kupan dalam membantu gerakan pengamanan wilayah dan aksi sosial entah sedang bergordon atau include dalam ...

POLITISASI PENDIDIKAN

POLITISASI PENDIDIKAN BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM Terdengar sangar dan nakal ya. Baik politisasi pendidikan, saya kira ini mengandung banyak pro dan kontra, dikotomisasi, dan paradok dalam pendidikan. Pertanyaannya, dmananya kita wajib menyikapi politisasi yang dimagsudkan ☕. Baik secara provesional edukasi wajib mengoraganisir sesuai kesesuaian kemampuan dan guru kepada apa yang diajarkannya. Dasarnya Allah menyukai orang yang mengorganisir. Firman Allah SWT dalam QS. Ash- Shaff / 61 :4, yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”  Ditambah untuk meletakkan posisi seseorang sesuai tupoksinya agar tidak terjadi kehancuran.  Nah politisasi disini kita menghindarkan diri dan orang lain agar tidak asal merekrut orang2 penting dalam mengampu pendidikan. Saya menemukan fakta di tempat magang saya ada salah seorang yg bergelah sarjana pertanian s...