Langsung ke konten utama

Kader Organik HMI

tak lupa ! Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh !!! Bahagialah dindaku Jayalah HMIku

Halo kader manis yang setia baca tanpa tahu kalian akan diajak "ngalor-ngidul" kemana. Oke tak apa, yang penting sekarang mau saya perjelas kalau kalian saya ajak membaca kondisi rumahmu ini, ya HMI, lanjut tanpa bahasa basi.

Terhitung sudah berbulan-bulan anak HMI mem-proteck dan menyandera diri sendiri kala wabah Pandemi ramai diperbincangkan, lebih sudah 5 bulan terhitung sedari pertengahan Maret 2020 kampus-kampus pun sudah ter-lockdown di seantero Indonesia. 

HMI yang cenderung sosialis menjadi "kecut" ketika diminta sadar dan patuh kepada prokes yang berikan pemerintah, boleh jadi ini menjadi sebab timbul pemukiman serangga diantara buku-buku bahan diskusi, tapi tidak semua lelap, untung masih banyak juga keringat yang tetap dirasa cukup ber-kecut-kupan dalam membantu gerakan pengamanan wilayah dan aksi sosial entah sedang bergordon atau include dalam gerakan lain.

Maaf kita tidak membahas pemukiman koloni tungau buku "litellary" ada disetiap lipatan buku, atau bau keringat yang sengaja dibuat sebagai tanggung jawab moral kader himpunan pun, atau sekedar iseng untuk disengaja untuk meninggalkan kelas-kelas daring yang menjenuhkan, bukan ya. Baik mengapa saya sebut kader organik, begini ceritanya?

Didalam dinamika tubuh HMI sering kawan himpunan menemukan realitas yang mengajak kawan-kawan belajar yang sejatinya mempertanyakan kita kader atau dikader seperti apa.  Didalam pengertian pedoman perkaderan HMI, yang dimagsud kader HMI adalah anggota HMI yang telah masuk proses perkaderan sehingga memiliki ciri kader yang memiliki integritas pribadi yang utuh: Beriman, Berilmu, dan Beramal.

Adinda ku tersayang, proses perkaderan HMI lahir sejak peserta datang dan ikhas menyedekahkan diri dalam rekruitmen  kader, dibentuk, dan sampai pada tempat-tempat mengabdikan diri nantinya. Kader organik tidaklah jauh berbeda, ia juga masuk dalam pola perkaderan yang sama. Tapi secara substansi dimana letak differensiasinya ?

Menurut AS. Hornby dalam kamusnya Oxford Advance Leaner's Dictionary, Cadre/kader diartikan sebagai sekelompok insan yang teroganisir secara terus menerus dan akan menjadi tulang punggung kelompok yang lebih besar. 



HMI adalah kader yang tumbuh dengan sendirinya dan memberikan aset murni berupa kepribadian nilai berkader. 

#HMIgarisLUCU #sumbot-berHMI #HMIkekinian

#SayaKaderJuga #Kader-kacang-ingat-Kulitnya

muhamad singgih gumiwang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

POLITISASI PENDIDIKAN

POLITISASI PENDIDIKAN BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM Terdengar sangar dan nakal ya. Baik politisasi pendidikan, saya kira ini mengandung banyak pro dan kontra, dikotomisasi, dan paradok dalam pendidikan. Pertanyaannya, dmananya kita wajib menyikapi politisasi yang dimagsudkan ☕. Baik secara provesional edukasi wajib mengoraganisir sesuai kesesuaian kemampuan dan guru kepada apa yang diajarkannya. Dasarnya Allah menyukai orang yang mengorganisir. Firman Allah SWT dalam QS. Ash- Shaff / 61 :4, yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”  Ditambah untuk meletakkan posisi seseorang sesuai tupoksinya agar tidak terjadi kehancuran.  Nah politisasi disini kita menghindarkan diri dan orang lain agar tidak asal merekrut orang2 penting dalam mengampu pendidikan. Saya menemukan fakta di tempat magang saya ada salah seorang yg bergelah sarjana pertanian s...

Integrasi Ormawa “Selayangkan dan pandangi”

  Organisasi mahasiswa adalah keniscayaan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi, dalam ombak dinamika kampus, sudah terbukti mahasiswa sebagai elit pemuda dalam "laku" kajian penelitian dan mengabdi kepada masyarakat, termaktub jelas dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Tajuk yang kita hadapi bersama adalah mengenai bagaimana menjalankan Ormawa dengan benar sesuai kaidah yang baik, terlihat dalam periodesasi kepengurusan dan tupoksi lembaga yang jelas memberikan cermin yang baik kepada halayak pun status kemahasiswaannya mampu memberikan sumbangsi terbesar, dan tidak dengan semena-mena dalam memakai gelar tersebut. Realita sudah sering berdialok dengan sesama Ormawa dalam satu regional bahkan nasional, akan tetapi pandangan pembaruan belum juga memberikan dampak yang memuaskan, seperti pergantian IAIN menuju UIN ini, yang memberikan sejuta keganjilan yang perlu disikapi, seperti periodesasi tidak diimbangi regulasi peremajaan kepengurusan dengan tepat waktu, ini berdamak k...