Langsung ke konten utama

Konsep Pelayanan Prima Perpustakaan Daring di Era Pandemi

Perpustakaan oh perpustakaan, sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, apapun bentuk pendidikannya baik formal ataupun nonformal, sekaligus penting sebagai sarana edukatif untuk membantu cakrawala pendidikan dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan terdiri dari beberapa orang yang berhubungan dengan dunia kepustakawaan yakni pustakawan, kepustakaan, dan ilmu perpustakaan. 

Manajemen layanan perpustakaan ini dimagsud untuk berupaya dalam mencapai pencapaian serta tujuan dengan memanfaatkan sumber daya manusia, informasi, sistem dan sumber dana dengan tetap memperhatikan fungsi manajemen, peran dan keahlian yang disesuaikan dengan model belajar yang semakin dinamis, serta merupakan sistem manajerial baru apabila didalamnya terdapat aktivitas daring yangmana tetap memperhatikan pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian, penyajian, dan penyebaran informasi yang mencakup tujuan operasional perpustakaan berbasis daring ini tentunya. 

Layanan daring sangat terperinci tentang sasaran yang harus dicapai dan bagaimana cara mencapainya, sehingga tujuan manajerial pelayanan daring tersebut dapat dimonitor, diukur dan dievaluasi keberhasilannya sesuai prosedur yang berlaku saaat ini. Idealnya sedemikian sehingga?...

Perpustakaan daring sebagai ujung tombak pendidikan yang bisa dijangkau dalam musim wabah sepertia saat ini. Corona virus/ COVID 19 nampaknya tidak hanya me-lockdown seluruh aktivitas akan tetapi juga berdampak pada sistem pendidikan konfensional yang ada. Aktifitas hari ini didominasi oleh aktivitas sosial berbasis teknologi daring yang sengaja disisakan oleh dampak virus yang konon sudah merajalela sampai-sampai bisa melemahkan sistem pendidikan yang ada. Kini haya ada solusi untuk memilih sesuai dinamika hari ini, yaiutu beralih ke jasa daring, dan kita patut bersyukur akan adanya perpustakaan daring ini. 

Meski sistem ekonomi kita sudah bisa dikatakan hancur, justru basis teknologi informasi yang mendominasi menjadi sangat berarti dan dibutuhkan dalam sendi-sendi kehidupan saat ini, alhasil perusahaan yang berhasil tumbuh adalah perusahaan transportasi dan perusahaan retail yang bisa dipasarkan, akan tetapi disini akan membahas kondisi perpustakaan daring yang menjadikan pendidikan lebih berarti dan beretika, tentunya harus dengan standar manajerial yang utuh dan tepat juga.

Untuk mengelola sebuah perpustakaan diperlukan kemampuan manajemen yang baik, agar arah kegiatan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Di samping itu, manajemen juga dimaksudkan agar elemen yang terlibat dalam perpustakaan mampu melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik dan benar. Adapun ayat mengenai manajemen, firman Allah SWT dalam QS. Ash- Shaff / 61 :4, yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Perkembangan fungsi ilmu pengetahuan dari teknologi informasi menyebabkan perubahan pada pola hidup masyarakat akibat dampak pandemi. Perubahan tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi pula pada tuntutan kondisi keberadaan perpustakaan akan tetap terlelap atau mau berinovasi dan berimprovisasi. 

Dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, menjelaskan bahwa dalam peraturan pemerintah BAB VI bagian keempat Pasal 29 perpustakaan menerapkan sistem manajemen yang sesuai dengan kondisi perpustakaan dan mengikuti perkembangan sistem manajemen, magsud pembahasan ini adalah bagaimana menciptakan model perpustakaan yang utuh dan memiliki manajerial yang bagus dengan menerapkan TQM atau total quality manajemen, yang menurut hemat saya itu adalah inovasi yang belum termanajerial dengan bagus dimasa yang genting ini dan dibutuhkan kesadaran ekstra dalam menerapkannya, masyarakat perlu tahu bagaimana perpustakaan daring ini diakses, pengetahuan tentang seluk beluknya yang jelas, pemberitauhuan yang baik, etika bersosial dalam setiap akses serta manfaat apa yang bisa masyarakat petik dari perpustakaan daring berikan dengan TQM yang berkualitas.

Total Quality Management (TQM) merupakan manajemen yang dalam pelaksanaannya melalui pendekatan sistematis, praktis dengan mengutamakan kepuasan pelanggan / costumer satisfication. 

Manajemen ini memiliki Kerakteristik (Lasa Hs, 2009 : 201).
1. Mengutamakan kepuasan pelanggan / Costumer satification, maka perpustakaan yang menjadian pelanggannya itu mampu berbuat humanis kepada setiap pelanggan/ usernya sehingga tercipta hubungan yang saling melengkapi, contohnya perpustakaan daring akan mendapat income dari jurnal yang dibeli atau mendapat income dari penyimpanan jurnal atau buku yang shiap diterbitkan, meliputi editing buku sampai kpercetakan sehingga perpustakaan daring juga diuntungkan akan hal itu; 

2. Menghargai orang / Respect to people, dengan memberikan akses yang mudah dimulai dari proses pendaftaran peminjaman dan pengembalian buku serta bentuk-bentk hadiah yang menarik bagi user yang mau mengirimkan karya ilmiahnya untuk di publish ke aplikasi atau web perpustakaan itu sendiri, sehingga menambah branding and daya saing penggunaan fasilitas antar perpustakaan daring;

3. Berbicara dengan fakta / speaks with facts, tentu sebagai user yang profesional yuang membutuhkan referensi penting maka seyogyanya perpustakaan juga memberikan fakta dan tidak main-main dengan mengelabuhi pengunjung seperti ada pengunjung yang nakal maka harus disangsi dengan SOP yang jelas dan langsung dilimpahkan ke user secara tegas dan terukur, di skor atau akun diband seperti itu; 

4. Perbaikan terus menerus / continuous improvement, dari awal kita tidak terlepas dari kebutuhan pemenuhan fasilitas yang terrus terbarukan atau di upgrade dengan sebagaimana semestinya, himbauan kepada user juga jangan sampai mencemooh dan menurunkan branding perpustakaan sebab penilaian baik buruknya juga sesuai dengan minat baca dan daya dukung perpustakaan sesuai penilaian penggunanya

Total Quality Management atau dalam bahasa Indonesianya manajemen mutu terpadu merupakan manajemen fungsional dengan pendekatan yang secara terus menerus difokuskan pada peningkatan kualitas yang memberikan pelayanan prima agar produknya sesuai dengan standar kualitas dari yang diinginkan masyarakat sebagai tugas pelayanan umum (public service) dan pembangunan masyarakat (community development). Penerapan Total Quality Management (TQM) pada perpustakaan. Penerapan manajemen mutu total perlu memperhatikan prinsip- prinsipnya, sebagai berikut: 

a. Berkesinambungan. Pengendalian dan peningkatan mutu tidak harus memerlukan dana yang besar. Ketersedian dana yang besar tidak otomatis akan menghasilkan produk ( barang atau jasa ) yang berkualitas. Justru kegiatan-kegiatan yang berskala kecil perlu dikembangkan untuk menghasilkan paket-paket yang berskala besar, contoh kecilnya adalah kegiatan yang sifatnya perlombaan yang mampu memantik pembaca dalam lagi dan lagi untuk mau mengunjungi perpustakaan daring, tentu inklusifitas perpus daring sangan ditekankan agar perpustakaan bisa lebih merakyat. 

b. Melangkah benar sejak awal. Setiap permulaan akan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Oleh karena itu, sejak awal perlu ditanamkan agar setiap unsur melakukan kegiatan dengan benar. Nah perpustakaan harus pandai-pandai mengambil momen yang tepat, desain yang menarik, akses aplikasi atau web yang mudah dan murah, menyediakan berbagai paket ekonomis dan premium seperti itu. 

c. Penanaman sikap mental Setiap orang terkait dengan kegiatan lembaga perlu menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan akan memperngaruhi kualitas. Prilaku pengolahan, pelaksanaan dan gaya kepemimpinan sangat menentukan dalam pengendalian kualitas. Oleh karena itu perlu ditanamkan sikap mental, suasan kerja dan sistem kerja yang kondusif untuk mencapai kualitas. 

d. Dorongan, pengakuan dan penghargaan atas prestasi 20 Suasana kerja, sistem kerja dan penghargaan yang sesuai akan ikut memotivasi seseorang dalam upaya meningkatkan mutu kerja. Disinilah perlunya pemberian kepercayaan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan dengan jelas. Hal ini merupakan bentuk pemberian kebebasan berinisiatif. Dampak adanya inisiatif ini adalah upaya peningkatan mutu. 

e. Inovasi Adanya keinginan perubahan dan peningkatan merupakan tuntutan tersendiri. Tanpa adanya inovasi yang dilaukan secara terus-menerus, sulit diharapkan adanya peningkatan mutu. Oleh karena itu, setiap elemen lembaga perlu mengevaluasi hasil kerja masing-masing, lalu berani mengakui kekurangan untuk melangkah lebih baik lagi (Ibrahim, 2014 : 64-65). Perpustakaan yang berkualitas adalah perpustakaan yang mampu menghasilkan produk-produk yang terbaik seperti informasi dan jasa layanan. Dengan adanya produk tersebut diharapkan dapat menjawab setiap informasi yang dibutuhkan oleh pemustakanya, kualitas produk perpustakaan ini akan terjamin jika perpustakaaan tersebut memiliki pustakawan yang terampil dalam membantu pemustaka untuk melakukan penulusuran informasi yang lebih cepat, tepat, mudah dan bersahabat.

Singkat cerita era pandemi ini juga adalah momen dalam memulai kembali pemasaran perpustakaan online/daring agar menjadi iconic tersendiri karena kemudahannya dan kebutugannya hari ini yang mau tidak mau harus dipenuhi dan didapatkan dengan bebekal perangkat handphone atau gawai saja, memang admin e-perpus harus seris dalam menangai ini, baik itu swasta atau dari program pemerintah itu sendiri. 

Perpustakaan daring adalah solusi sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan dari ini, karena harus memberikan pelayanan selama kurang lebih satu periode ini dengan mengandalkan TQM melewati media yang digandrungi saat ini. Media daring seperti e-perpustakaan dirasa dapat membantu peran guru, akan tetapi dengan model daring yang semacam ini bagi penulis guru masih tidak bisa digantikan. Banyak orang tua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pendamping belajar siswa karena keterbatasan kapasitas orang tua. Banyak juga orang tua yang harus membeli gawai (gadget) untuk memenuhi kebutuhan anaknya, banyak yang dikeluhkan seperti keterbatasan biaya untuk membeli gawai yang mumpuni yang berbarengan dengan pelemahan ekonomi masyarakat pada umumnya, seperti penggunaan smart phone yang speknya harus tinggi dengan menginstal aplikasi yang akan di pasang, seperti e pusnas semisal. 

Nah kembang-kempis dalam merakyatkan peroustakaan daring ini juga terletak pada akses interner dan kepemilikan gawai yang tidak merata, akan tetapi pemerintah desa sebaiknya responsif akan hal ini dengan memfokuskan pelayanan di setiap desa atau kecamatan yang bisa diakses publik, dengan mengindahkan aturan PSBB yang wajib didalami aturak atau juknis yang sesuai protokol kesehatan. 

Nah guru bisa memberikan informasi dengan banyaknya platfom perpustakaan yang disa kita akses, ya setidaknya sudah menjawab kebutuhan bacaan meskipun perpustakaan daring hanya tersedia oleh lembaga perguruan tinggi, provesional swasta maupun dibawah naungan pemerintah, bagi penulis itu sudah lumayan mencukupi, berikut daftar e-perpusnya yang tentunya merakyat: 

1. PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
Salah satu perpustakaan online gratis yang dapat dimanfaatkan mahasiswa adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dengan mengakses http://e-resources.perpusnas.go.id/, kamu bisa mendapatkan berbagai pustaka sebagai referensi studi atau pengerjaan tugas.

2. GOOGLE SCHOLAR
Butuh data-data untuk menunjang kegiatan perkuliahan? Hanya dengan mengakses Google Scholar, kamu dapat memperoleh berbagai jurnal ilmiah online dengan mudah. Cukup dengan melakukan pencarian di tautan https://scholar.google.com/, materi referensi bisa kamu peroleh

3. GARBA RUJUKAN DIGITAL
Garba Rujukan Digital (Garuda) bisa menjadi wadah mendapatkan berbagai referensi yang diperlukan. Mulanya situs ini bernama Indonesian Publication Index (IPI). Namun, sejak April 2018 berubah menjadi Garuda seiring akuisisi Kemenristekdikti. Mahasiswa bisa mengakses Garuda melalui tautan http://garuda.ristekdikti.go.id/.

4. ACADEMIA, https://www.academia.edu/
5. MICROSOFT ACADEMIC, https://academic.microsoft.com/
6. PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Perpustakaan daring tersebut dapat terbagi menjadi beberapa format seperti digilib, ejournal, repository, dan eprints. Beberapa contohnya adalah http://digilib.itb.ac.id/, http://repository.ui.ac.id/, https://ejournal.undip.ac.id/, serta https://eprints.uns.ac.id/.

7. OPEN LIBRARY, https://openlibrary.org
8. LIBRARY GENESIS, dll
Memang 200 negara sekarang sedang berkeluhkesah dengan pandemi covid 19 yang meruntuhkan sistem pendidikan konvensional saat ini, maka dengan berbekal pelayanan perpustakaan digital yang baik setidaknya guru menjadi terbantu dalam menerapkan pembelajaran terbaiknya walau dalam masa-masa yang cukup sulit ini. 

Guru jangan patah arang, meski banyak murid yang perlu ditolong gurus harus tetap semangat dan selalu optimis dalam menyuguhkan karya dan pengalaman terbaiknya dengan berbagai media yang ada sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan provesionalitas serta tanggungjawab kepada apa yang ia perjuangkan hari ini, tetap...

#dirumahaja 

....dan salam berkemajuan perpustakaan daring Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kader Organik HMI tak lupa ! Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh !!! Bahagialah dindaku Jayalah HMIku Halo kader manis yang setia baca tanpa tahu kalian akan diajak "ngalor-ngidul" kemana. Oke tak apa, yang penting sekarang mau saya perjelas kalau kalian saya ajak membaca kondisi rumahmu ini, ya HMI, lanjut tanpa bahasa basi. Terhitung sudah berbulan-bulan anak HMI mem-proteck dan menyandera diri sendiri kala wabah Pandemi ramai diperbincangkan, lebih sudah 5 bulan terhitung sedari pertengahan Maret 2020 kampus-kampus pun sudah ter- lockdown di seantero Indonesia.  HMI yang cenderung sosialis menjadi "kecut" ketika diminta sadar dan patuh kepada prokes yang berikan pemerintah, boleh jadi ini menjadi sebab timbul pemukiman serangga diantara buku-buku bahan diskusi, tapi tidak semua lelap, untung masih banyak juga keringat yang tetap dirasa cukup ber-kecut-kupan dalam membantu gerakan pengamanan wilayah dan aksi sosial entah sedang bergordon atau include dalam ...

POLITISASI PENDIDIKAN

POLITISASI PENDIDIKAN BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM Terdengar sangar dan nakal ya. Baik politisasi pendidikan, saya kira ini mengandung banyak pro dan kontra, dikotomisasi, dan paradok dalam pendidikan. Pertanyaannya, dmananya kita wajib menyikapi politisasi yang dimagsudkan ☕. Baik secara provesional edukasi wajib mengoraganisir sesuai kesesuaian kemampuan dan guru kepada apa yang diajarkannya. Dasarnya Allah menyukai orang yang mengorganisir. Firman Allah SWT dalam QS. Ash- Shaff / 61 :4, yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”  Ditambah untuk meletakkan posisi seseorang sesuai tupoksinya agar tidak terjadi kehancuran.  Nah politisasi disini kita menghindarkan diri dan orang lain agar tidak asal merekrut orang2 penting dalam mengampu pendidikan. Saya menemukan fakta di tempat magang saya ada salah seorang yg bergelah sarjana pertanian s...

Integrasi Ormawa “Selayangkan dan pandangi”

  Organisasi mahasiswa adalah keniscayaan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi, dalam ombak dinamika kampus, sudah terbukti mahasiswa sebagai elit pemuda dalam "laku" kajian penelitian dan mengabdi kepada masyarakat, termaktub jelas dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Tajuk yang kita hadapi bersama adalah mengenai bagaimana menjalankan Ormawa dengan benar sesuai kaidah yang baik, terlihat dalam periodesasi kepengurusan dan tupoksi lembaga yang jelas memberikan cermin yang baik kepada halayak pun status kemahasiswaannya mampu memberikan sumbangsi terbesar, dan tidak dengan semena-mena dalam memakai gelar tersebut. Realita sudah sering berdialok dengan sesama Ormawa dalam satu regional bahkan nasional, akan tetapi pandangan pembaruan belum juga memberikan dampak yang memuaskan, seperti pergantian IAIN menuju UIN ini, yang memberikan sejuta keganjilan yang perlu disikapi, seperti periodesasi tidak diimbangi regulasi peremajaan kepengurusan dengan tepat waktu, ini berdamak k...